Pelaksanaan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka
SMK Negeri 1 Tasikmalaya melaksanakan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka dengan narasumber dari Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPMPV) BMTI. Kegiatan dilakukan pada tanggal 15-16 September dan diikuti oleh seluruh guru SMKN 1 Tasikmalaya.
Kegiatan awal dimulai dengan sesi diskusi antara narasumber (Drs. Sunarko, M.T.) dengan guru-guru SMK Negeri 1 Tasikmalaya mengenai perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka.
Drs. Sunarko, M.T. menyebutkan bahwa Kurikulum harus berubah, bergerak, dan menyesuaikan. Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid, demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka (kini dan masa depan).
“Mari kita rubah mindset agar sama-sama memajukan pendidikan bangsa ini, melakukan project based learning juga kolaborasi antar mata pelajaran dengan pengalaman nyata dan kontekstual. Berilah anak-anak kita mimpi, pembelajaran berpusat pada siswa.”
Pada sesi kedua dipaparkan materi mengenai refleksi pembelajaran paradigma baru/Kurikulum Merdeka. Secara umum komponen kurikulum diklasifikasikan menjadi tiga hal yaitu tujuan pembelajaran/konten, panduan pedagogi, dan panduan asesmen. Peran kurikulum yaitu sebagai pedoman dan acuan dalam pembelajaran. Sementara fungsi kurikulum bagi guru adalah untuk memandu dalam proses belajar murid. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya.
Pembelajaran dengan paradigma baru merupakan upaya menumbuhkan pemelajar sepanjang hayat yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Proses pembelajaran dengan paradigma baru dilaksanakan melalui Kurikulum Merdeka yang memuat program intrakurikuler, program ekstrakulikuler, dan projek penguatan profil pelajar pancasila.

Beri Komentar